8. Blokir Pop-Up di Browser
Kalau iklan cuma muncul saat kamu browsing, beresin pengaturan browser dulu. Website tertentu bisa membuka pop-up, tab baru, atau halaman pengalihan yang bikin pengalaman browsing jadi berantakan.
Kalau kamu pakai Google Chrome, cek pengaturan pop-up lewat jalur berikut.
Buka Chrome → titik tiga → ‘Setelan’ → ‘Setelan situs’ → ‘Pop-up dan pengalihan’ → nonaktifkan
Setelah dimatikan, website bakal lebih dibatasi saat mencoba membuka jendela baru secara otomatis.
Kalau kamu lebih sering pakai Samsung Internet, cek juga pengaturan privasi dan pemblokiran pop-up di browser tersebut. Nama serta posisi menunya bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi yang terpasang.
Cara ini paling cocok kalau iklan memang hanya muncul saat browser dibuka. Kalau layar utama ikut kena, berarti sumber iklannya mungkin ada di tempat lain.
Masih dapet iklan berbentuk pemberitahuan dari browser? Gas cek izin notifikasi websitenya.
7. Cabut Izin Notifikasi dari Website Mencurigakan
Kadang masalahnya bukan pop-up, tapi notifikasi website yang pernah kamu izinkan.
Misalnya, kamu pernah membuka sebuah situs lalu muncul pertanyaan apakah situs boleh mengirim notifikasi. Kalau waktu itu kepencet ‘Izinkan’, situs tersebut bisa mengirim pemberitahuan lagi setelah browser ditutup.
Hasilnya? Notifikasi promo, berita random, atau iklan bisa terus muncul di panel pemberitahuan.
Di Chrome, kamu bisa mengeceknya melalui:
Buka Chrome → ‘Setelan’ → ‘Setelan situs’ → ‘Notifikasi’
Lihat situs yang punya izin mengirim notifikasi. Kalau ada nama website yang nggak dikenal atau udah nggak dibutuhkan, matikan izinnya.
Kamu juga bisa membuka situs tertentu, masuk ke informasi halaman, lalu mengecek bagian ‘Izin’.
Jangan langsung memblokir semua situs kalau ada layanan yang notifikasinya memang kamu butuhkan. Fokus pada website asing atau situs yang mulai mengirim pemberitahuan nggak jelas.
Kalau sumber iklannya ternyata sebuah aplikasi, bukan browser, coba cara berikutnya.
6. Matikan Notifikasi Promosi dari Aplikasi
Iklan nggak selalu berbentuk layar penuh. Ada juga iklan berupa promo yang terus masuk lewat panel notifikasi.
Game, marketplace, aplikasi belanja, atau aplikasi lain bisa punya izin mengirim notifikasi. Sebagian notifikasi memang berguna, tapi sisanya bisa berupa promo yang bikin panel pemberitahuan penuh.
Coba masuk ke:
‘Pengaturan’ → ‘Pemberitahuan’ → ‘Notifikasi aplikasi’
Setelah itu, cari aplikasi yang sering mengirim iklan lalu matikan izin notifikasinya.
Pada versi One UI tertentu, kamu juga bisa membuka:
‘Pengaturan’ → ‘Aplikasi’ → pilih aplikasi → ‘Notifikasi’
Kalau aplikasinya masih dibutuhkan, nggak harus langsung dimatikan semuanya. Beberapa aplikasi menyediakan kategori notifikasi yang memungkinkan kamu mempertahankan notifikasi penting sambil membuang promonya.
Nama menu bisa sedikit berbeda tergantung versi One UI di HPmu. Jadi, kalau jalurnya nggak persis sama, manfaatin kolom pencarian di ‘Pengaturan’.
Nah, kalau pemberitahuan yang bikin rame justru berasal dari Galaxy Store, ada pengaturan khusus yang bisa diperiksa.
5. Matikan Penawaran dan Notifikasi Galaxy Store
Galaxy Store juga punya pengaturan untuk pemberitahuan serta penawaran tertentu. Kalau yang mengganggu berupa promosi dari layanan ini, kamu nggak perlu menghapus Galaxy Store.
Buka Galaxy Store lalu masuk ke menu pengaturannya. Cari opsi yang berkaitan dengan notifikasi, berita, atau penawaran khusus.
Kalau tersedia pada versi yang kamu pakai, nonaktifkan pilihan penawaran yang nggak diinginkan.
Kamu juga bisa mengaturnya dari sistem:
‘Pengaturan’ → ‘Pemberitahuan’ → ‘Notifikasi aplikasi’ → Galaxy Store
Dari situ, sesuaikan notifikasi yang memang pengin kamu terima.
Cara ini khusus buat pemberitahuan dari Galaxy Store. Kalau iklannya tiba-tiba muncul di atas WhatsApp, YouTube, atau aplikasi lain, beda cerita nih. Kita perlu mengecek izin khusus.
4. Matikan Izin Tampil di Atas Aplikasi Lain
Iklan tiba-tiba menutupi aplikasi yang lagi dipakai? Coba cek izin overlay.
Android menyediakan izin yang memungkinkan aplikasi menampilkan elemen di atas aplikasi lain. Izin ini memang punya fungsi yang sah, misalnya untuk gelembung percakapan atau fitur mengambang.
Masalah muncul kalau aplikasi yang nggak jelas mendapat akses tersebut lalu memakainya secara agresif.
Cari menu berikut:
‘Pengaturan’ → ‘Aplikasi’ → ‘Akses khusus’ → ‘Tampil di atas aplikasi lain’
Pada beberapa versi One UI, kamu mungkin perlu menekan menu tambahan terlebih dahulu sebelum menemukan ‘Akses khusus’. Cara paling satset adalah pakai kolom pencarian di ‘Pengaturan’ lalu ketik tampil di atas aplikasi lain.
Setelah masuk, periksa aplikasi yang punya izin.
Kalau ada aplikasi asing atau aplikasi sederhana yang rasanya nggak membutuhkan kemampuan tampil di atas aplikasi lain, matikan aksesnya.
Eits, jangan langsung menonaktifkan semuanya. Beberapa aplikasi memang butuh izin tersebut agar fitur tertentu tetap berfungsi.
Kalau iklannya masih bandel, mulai cek aplikasi yang dipasang sebelum masalah muncul.
3. Hapus Aplikasi Mencurigakan yang Baru Diinstal
Coba inget-inget, Abangku. Iklan mulai muncul setelah instal aplikasi tertentu nggak?
Kalau jawabannya iya, aplikasi tersebut layak diperiksa lebih dulu.
Masuk ke:
‘Pengaturan’ → ‘Aplikasi’
Cari aplikasi yang baru dipasang sekitar waktu masalah mulai terjadi. Perhatikan juga aplikasi yang namanya nggak dikenal atau fungsinya nggak jelas.
Kalau ada aplikasi pihak ketiga yang memang nggak dibutuhkan:
Pilih aplikasi → ‘Hps instalan’
Fokus pada aplikasi yang memang pernah kamu instal sendiri. Jangan asal menghapus komponen sistem hanya gara-gara namanya terasa asing.
Aplikasi Android bawaan kadang punya nama teknis yang nggak familiar. Menghapus atau menonaktifkan komponen sembarangan justru bisa bikin fitur lain bermasalah.
Selain itu, nggak semua aplikasi gratis, tema, wallpaper, atau game otomatis berbahaya. Yang lebih penting adalah melihat apakah kemunculan iklan mulai berbarengan dengan pemasangan aplikasi tersebut.
Kalau masih belum yakin aplikasi mana yang bermasalah, cobain pemeriksaan keamanan bawaan dulu.
2. Scan HP lewat Fitur Perlindungan Perangkat
Nggak perlu langsung download antivirus tambahan. Pada perangkat Galaxy tertentu, ada fitur keamanan bawaan yang dapat dipakai buat melakukan pemeriksaan dasar.
Cari menu seperti:
‘Pengaturan’ → ‘Perawatan perangkat’ → ‘Perlindungan aplikasi’
Pada versi lain, namanya bisa tampil sebagai ‘Perlindungan perangkat’ atau berada di bagian keamanan. Ketersediaan serta nama menunya dapat berubah mengikuti versi One UI dan model HP.
Kalau opsi pemindaian tersedia, jalankan pemeriksaannya.
Fitur ini berguna buat mencari aplikasi atau aktivitas yang dinilai mencurigakan tanpa perlu instal aplikasi pembersih random.
Justru hati-hati kalau ada iklan website yang bilang HP kena banyak virus lalu menyuruh kamu menekan tombol tertentu. Jangan langsung percaya peringatan seperti itu.
Tutup halamannya, lalu lakukan pemeriksaan dari menu resmi yang ada di HP.
Scan-nya bersih tapi iklan tetap muncul? Nah, cara nomor 1 bakal lebih berguna buat mempersempit biang masalahnya.
1. Masuk ke Mode Aman untuk Mencari Biang Iklan
Kalau iklan muncul hampir di mana-mana dan sumbernya susah ditemukan, ‘Mode aman’ menjadi salah satu cara paling ampuh buat melakukan pengecekan.
Saat HP masuk ke ‘Mode aman’, sebagian besar aplikasi pihak ketiga nggak berjalan seperti ketika HP berada dalam mode normal.
Artinya, kamu bisa melakukan tes sederhana.
Kalau iklan yang biasanya sering muncul mendadak berhenti selama berada di ‘Mode aman’, aplikasi pihak ketiga patut dicurigai sebagai sumber gangguannya.
Salah satu cara masuk ke mode ini pada banyak HP Galaxy adalah:
Buka menu daya → tekan dan tahan ‘Matikan’ → pilih ‘Mode aman’
Kalau opsi tersebut nggak tersedia di modelmu, metode masuknya dapat berbeda. Beberapa perangkat memungkinkan ‘Mode aman’ diaktifkan saat proses menyalakan HP memakai kombinasi tombol.
Setelah masuk ke mode tersebut, perhatikan apakah iklan masih muncul.
Kalau iklannya hilang, mulai cek aplikasi yang baru dipasang:
‘Pengaturan’ → ‘Aplikasi’ → pilih aplikasi mencurigakan → ‘Hps instalan’
Hapus satu aplikasi yang paling mencurigakan, lalu restart HP dan lihat hasilnya. Kalau masalahnya belum beres, evaluasi aplikasi lain yang dipasang menjelang iklan mulai muncul.
Cara ini jauh lebih masuk akal daripada langsung melakukan factory reset. Reset bakal menghapus data dan pengaturan sehingga sebaiknya nggak dijadikan percobaan pertama cuma karena iklan.
Watch videoKenapa Iklan Bisa Muncul Terus di HP Samsung?
Biasanya sih, sumber iklan berasal dari izin yang sebelumnya diberikan ke website atau aplikasi. Kalau iklannya muncul di luar browser, aplikasi pihak ketiga juga patut diperiksa.
Selain itu, beberapa biang masalah lainnya meliputi:
- notifikasi website yang pernah diizinkan;
- aplikasi dengan izin tampil di atas aplikasi lain;
- notifikasi promosi dari aplikasi tertentu.
Tempat iklannya muncul bisa menjadi petunjuk.
Kalau cuma nongol saat browsing, mulai dari browser. Kalau muncul sebagai notifikasi, cari aplikasi atau website pengirimnya. Kalau iklannya sampai menutupi aplikasi lain, cek izin overlay dan aplikasi pihak ketiga.
Jadi, nggak perlu langsung menganggap HP rusak atau pasti kena virus. Cari sumber iklannya berdasarkan pola kemunculannya dulu.
Nah, kalau seluruh cara aman tadi masih nggak mempan, udahan dulu utak-atik pengaturan secara random. Kondisi setiap HP bisa berbeda tergantung versi sistem, aplikasi yang terpasang, dan izin yang pernah diberikan. Jangan langsung melakukan factory reset karena proses tersebut berisiko menghapus data kalau persiapannya nggak benar.
Iklannya Masih Nongol? Mimin Bantu Cari Sumbernya
Kalau izin browser, notifikasi, dan aplikasi mencurigakan udah diperiksa tapi iklan masih muncul, jangan buru-buru menghapus aplikasi sistem atau melakukan reset. Konsultasiin dulu gejalanya ke mimin supaya tindakan berikutnya bisa dipilih dengan lebih aman, ya, Abangku.
cta
Spill tipe atau model HP, riwayat kapan iklannya mulai muncul, serta bentuk iklan yang nongol. Kalau ada pesan error, kasih tahu juga. Mimin bareng tim MenyalaGadgetku bisa bantu menganalisis kemungkinan sumber masalah, pilihan solusi, dan apakah tim kami dapat membantu.
Terus kalau ternyata perlu pengecekan atau servis, biayanya berapa? Nominalnya bakal mengikuti model perangkat, hasil pengecekan, atau tingkat masalah yang ditemukan. Nih, mimin spill pricelist-nya.
price
Jadi, Intinya Apa, Abangku?
Intinya sih, tetap santai dulu, ya, Abangku. Kalau iklannya cuma muncul saat browsing, mulai dari pop-up dan notifikasi website. Kalau iklan nongol di luar browser, lanjut cek notifikasi aplikasi, izin overlay, aplikasi mencurigakan, sampai ‘Mode aman’.
Nggak perlu buru-buru instal antivirus random atau langsung reset HP. Kalau pengaturannya mulai terasa asing atau tindakannya berisiko, berhenti dulu dan cari bantuan. Semoga HP-nya cepet bebas dari iklan bandel dan nyaman dipakai lagi, Uwabangkuuu.