9. Perbarui Sistem Operasi HP
Sistem operasi yang belum diperbarui bisa memiliki celah keamanan yang dapat dimanfaatkan aplikasi berbahaya. Karena itu, memperbarui Android atau iOS merupakan langkah awal yang masuk akal ketika kamu mencurigai keamanan HP sedang terganggu.
Pembaruan sistem biasanya membawa perbaikan keamanan dan peningkatan perlindungan perangkat. Meski begitu, pembaruan nggak otomatis menghapus semua aplikasi mata-mata yang mungkin udah terpasang.
Kalau kamu memakai Android, jalur pengaturannya biasanya seperti berikut.
Buka ‘Pengaturan’ → pilih ‘Pembaruan Perangkat Lunak’ atau ‘Sistem’ → masuk ke ‘Pembaruan Sistem’ → tekan ‘Periksa Pembaruan’ → instal pembaruan jika tersedia.
Untuk iPhone, buka ‘Pengaturan’, lalu masuk ke ‘Umum’ dan pilih ‘Pembaruan Perangkat Lunak’.
Sebelum memperbarui sistem, pastiin baterai mencukupi dan gunakan koneksi internet yang tepercaya. Cadangkan juga data penting untuk berjaga-jaga kalau proses pembaruan mengalami kendala.
Setelah pembaruan selesai, periksa kembali perilaku HP dan aktivitas akunmu. Kalau masih ada aplikasi yang terasa mencurigakan, lanjutkan dengan memeriksa daftar aplikasi terpasang.
8. Hapus Aplikasi Mencurigakan dari HP
Aplikasi yang nggak kamu kenali bisa menjadi salah satu sumber kebocoran data, terutama kalau aplikasi tersebut mempunyai izin mengakses informasi pribadi.
Beberapa SpywareDefinisi: Perangkat lunak yang dirancang untuk mengumpulkan informasi atau memantau aktivitas pengguna tanpa izin yang wajar. dapat menyamar sebagai aplikasi biasa atau memakai nama yang terlihat seperti komponen sistem. Tapi, jangan langsung menghapus setiap aplikasi yang namanya asing, ya. Bisa jadi itu memang aplikasi bawaan HP.
Nah, coba periksa daftar aplikasi yang terpasang melalui menu pengaturan.
Buka ‘Pengaturan’ → pilih ‘Aplikasi’ → masuk ke ‘Kelola Aplikasi’ atau ‘Lihat Semua Aplikasi’ → periksa aplikasi yang nggak dikenal → pilih aplikasi yang terkonfirmasi mencurigakan → tekan ‘Uninstal’.
Nama menu bisa berbeda tergantung model HP dan versi sistem.
Perhatikan aplikasi yang tiba-tiba muncul atau berasal dari sumber yang nggak tepercaya. Kamu juga bisa memeriksa kapan aplikasi tersebut dipasang, jika informasinya tersedia.
Kalau menemukan aplikasi yang mencurigakan, cari tahu fungsi dan asalnya sebelum menghapusnya. Hindari menonaktifkan komponen sistem yang belum kamu pahami.
Kalau tombol ‘Uninstal’ nggak bisa ditekan, kemungkinan aplikasi mempunyai izin khusus yang membatasi penghapusan. Nah, izin seperti ini perlu diperiksa melalui cara berikutnya.
7. Periksa Izin Aplikasi yang Terlalu Luas
Aplikasi mata-mata biasanya membutuhkan akses tertentu supaya bisa mengumpulkan informasi dari perangkat. Karena itu, memeriksa izin aplikasi merupakan salah satu langkah penting untuk membatasi akses yang nggak diperlukan.
Misalnya, aplikasi sederhana yang nggak membutuhkan mikrofon untuk menjalankan fungsinya seharusnya nggak perlu mempunyai izin merekam suara.
Selain izin kamera dan mikrofon, perhatikan juga izin lokasi yang aktif terus-menerus. Pada Android, akses ‘Aksesibilitas’ dan ‘Administrator Perangkat’ juga perlu diperiksa karena keduanya bisa memberikan kemampuan khusus kepada aplikasi.
Untuk memeriksa izin aplikasi biasa, coba jalur berikut.
Buka ‘Pengaturan’ → masuk ke ‘Privasi’ atau ‘Keamanan & Privasi’ → pilih ‘Pengelola Izin’ → periksa izin kamera, mikrofon, dan lokasi → pilih aplikasi yang nggak memerlukan akses tersebut → tekan ‘Jangan Izinkan’.
Untuk izin khusus, cari ‘Akses Khusus Aplikasi’, ‘Aksesibilitas’, atau ‘Aplikasi Administrator Perangkat’ pada pengaturan.
Kalau menemukan akses yang nggak wajar, cabut izinnya setelah memastikan fungsi aplikasi tersebut. Jangan menonaktifkan layanan keamanan maupun aksesibilitas yang memang kamu gunakan.
Eits, kalau izin aplikasi udah terlihat normal, belum tentu seluruh akunmu aman. Bisa jadi masalahnya berasal dari sesi WhatsApp yang masih terhubung ke perangkat lain.
6. Keluarkan Perangkat Asing dari WhatsApp
Pernah merasa ada orang lain yang mengetahui isi percakapan WhatsApp kamu? Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah perangkat tertaut.
WhatsApp memungkinkan satu akun digunakan melalui perangkat pendamping, termasuk komputer atau HP lain. Fitur ini memang berguna, tetapi bisa menjadi masalah kalau akunmu pernah ditautkan tanpa izin.
Orang yang mempunyai akses ke perangkat tertaut yang masih aktif berpotensi membaca percakapan yang tersedia pada sesi tersebut.
Untungnya, kamu bisa memeriksa sesi yang sedang terhubung langsung dari WhatsApp.
Buka ‘WhatsApp’ → pilih ‘Perangkat Tertaut’ → periksa daftar perangkat yang terhubung → pilih perangkat yang nggak dikenal → tekan ‘Keluar’.
Pada Android, menu ‘Perangkat Tertaut’ biasanya bisa dibuka melalui ikon tiga titik. Sementara itu, pada iPhone, kamu bisa mencarinya melalui pengaturan WhatsApp.
Jangan lupa aktifkan verifikasi dua langkah WhatsApp melalui menu ‘Akun’ untuk menambah perlindungan.
Kalau menemukan perangkat asing, keluarkan aksesnya dan amankan akun. Tindakan ini memutus sesi WhatsApp terkait, tetapi nggak otomatis membersihkan spyware yang mungkin terpasang di HP.
Nah, selain WhatsApp, akun utama perangkat juga perlu diperiksa.
5. Keluarkan Perangkat Asing dari Akun Google atau Apple
Akun Google atau Apple yang diakses pihak lain bisa membuat informasi pribadi lebih mudah terekspos. Dalam kondisi tertentu, orang lain mungkin dapat mengakses data tersinkronisasi atau informasi perangkat yang terhubung dengan akun tersebut.
Karena itu, kamu perlu memeriksa daftar perangkat yang mempunyai sesi login aktif.
Untuk akun Google, kamu bisa mengikuti jalur berikut.
Buka ‘Pengaturan’ → pilih ‘Google’ → masuk ke ‘Kelola Akun Google Anda’ → buka ‘Keamanan’ atau ‘Keamanan & Login’ → pilih ‘Perangkat Anda’ → masuk ke ‘Kelola Semua Perangkat’ → pilih perangkat yang nggak dikenal → tekan ‘Logout’.
Kalau memakai iPhone, buka ‘Pengaturan’, pilih nama akun Apple di bagian atas, lalu periksa daftar perangkat yang terhubung. Pilih perangkat yang benar-benar nggak dikenal dan gunakan opsi ‘Hapus dari Akun’ bila sesuai.
Periksa identitas perangkat sebelum mengeluarkannya, ya. Kadang satu perangkat bisa mempunyai beberapa sesi login yang terlihat berbeda.
Kalau ada aktivitas yang bukan berasal darimu, segera amankan akun tersebut.
Tapi, mengeluarkan perangkat asing saja belum cukup kalau password akunmu juga udah diketahui orang lain. Karena itu, lanjutkan dengan memperkuat kredensial login.
4. Ganti Password dan Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Kalau kamu mencurigai akun pernah diakses tanpa izin, mengganti password merupakan tindakan penting untuk mencegah akses berikutnya.
Tapi ada satu hal yang sering kelewat. Kalau HP benar-benar terinfeksi spyware, password baru yang diketik pada perangkat tersebut mungkin ikut terekspos.
Makanya, lebih aman mengganti password melalui perangkat lain yang tepercaya, terutama ketika ada dugaan aplikasi mata-mata sedang aktif.
Mulai dari akun email utama karena akun tersebut sering digunakan untuk memulihkan akses layanan lainnya.
Saat membuat password baru, pilih kombinasi yang panjang dan unik. Hindari memakai password yang sama untuk beberapa akun.
Selanjutnya, aktifkan two-factor authentication atau autentikasi dua faktor supaya login membutuhkan verifikasi tambahan.
Untuk akun Google, kamu bisa membuka bagian ‘Keamanan & Login’, lalu mencari opsi ‘Verifikasi 2 Langkah’. Pada akun Apple, fitur serupa tersedia melalui pengaturan keamanan akun.
Setelah itu, periksa informasi pemulihan akun dan keluarkan sesi yang nggak dikenal.
Kalau masalahnya berkaitan dengan akses akun, tindakan ini bisa membantu menghentikan penggunaan kredensial lama.
Nah, masih ada satu jenis pengalihan yang sering disalahartikan sebagai penyadapan, yaitu pengalihan panggilan.
3. Periksa Pengalihan Panggilan yang Nggak Dikenal
Pengalihan panggilan atau call forwarding merupakan fitur yang memungkinkan panggilan masuk diteruskan ke nomor lain.
Fitur ini sebenarnya normal dan sering digunakan untuk kebutuhan tertentu. Tapi, kalau pengaturannya berubah tanpa sepengetahuanmu, panggilan mungkin dialihkan ke nomor yang nggak kamu kenali.
Perlu dibedakan, ya. Pengalihan panggilan bukan bukti bahwa seseorang sedang mendengarkan isi percakapan telepon secara diam-diam.
Untuk memeriksanya, kamu bisa membuka pengaturan aplikasi Telepon.
Buka aplikasi ‘Telepon’ → masuk ke ‘Pengaturan’ → pilih ‘Akun Panggilan’ atau ‘Layanan Tambahan’ → buka ‘Pengalihan Panggilan’ → periksa nomor tujuan → nonaktifkan pengalihan yang nggak kamu kenali.
Nama menu bisa berbeda tergantung merek HP dan operator seluler.
Pada iPhone yang mendukung pengaturan tersebut, pilihan ‘Penerusan Panggilan’ biasanya tersedia melalui pengaturan Telepon.
Kalau opsi pengalihan nggak muncul, kamu bisa meminta operator seluler memeriksa status layanan pada nomor yang digunakan.
Jangan langsung memakai kode USSDDefinisi: Unstructured Supplementary Service Data, kode singkat seperti *123# yang berkomunikasi langsung dengan layanan operator. acak dari internet karena dukungan dan fungsinya bisa berbeda antaroperator.
Kalau pengalihan panggilan ternyata normal, pemeriksaan berikutnya lebih berfokus pada aplikasi berbahaya di perangkat.
2. Pindai HP dengan Fitur Keamanan Resmi
Aplikasi berbahaya kadang sulit dikenali hanya dari nama atau tampilannya. Karena itu, melakukan pemindaian keamanan bisa membantu menemukan ancaman yang nggak terlihat jelas.
Untuk pengguna Android, salah satu fitur yang bisa digunakan adalah Google Play ProtectDefinisi: Fitur keamanan Google Play yang memindai aplikasi Android untuk mendeteksi perilaku berbahaya atau aplikasi yang berisiko..
Fitur ini memeriksa aplikasi yang terpasang dan dapat memberikan peringatan ketika menemukan aplikasi yang berpotensi membahayakan perangkat.
Cara menjalankannya cukup simpel.
Buka ‘Google Play Store’ → tekan ikon profil → pilih ‘Play Protect’ → tekan ‘Pindai’ → periksa hasil pemindaian → ikuti petunjuk penghapusan jika ditemukan aplikasi berbahaya.
Pastiin juga opsi ‘Pindai aplikasi dengan Play Protect’ tetap aktif pada pengaturannya.
Kalau memakai iPhone, kamu bisa memeriksa aplikasi dan izin akses melalui pengaturan sistem. Perhatikan juga profil pengelolaan perangkat yang nggak dikenal pada menu ‘VPNDefinisi: Virtual Private Network, teknologi yang membuat koneksi terenkripsi antara perangkat dan server untuk meneruskan lalu lintas jaringan. & Manajemen Perangkat’, jika tersedia.
Namun, hasil pemindaian yang bersih bukan jaminan HP sepenuhnya bebas dari ancaman. Beberapa bentuk spyware mungkin nggak terdeteksi oleh pemeriksaan biasa.
Kalau kamu mempunyai bukti kuat adanya aplikasi mata-mata dan semua pemeriksaan sebelumnya belum menyelesaikan masalah, ada pilihan terakhir yang lebih menyeluruh, yaitu reset pabrik.
1. Reset HP ke Setelan Pabrik
Reset pabrik atau factory resetDefinisi: Proses pengembalian perangkat lunak ke setelan awal dengan menghapus seluruh data pribadi, pengaturan sistem, dan aplikasi unduhan sehingga kembali seperti saat pertama kali keluar dari pabrik merupakan salah satu cara paling menyeluruh untuk menghapus aplikasi dan data pengguna dari HP.
Metode ini layak dipertimbangkan ketika ada dugaan kuat perangkat terinfeksi spyware yang sulit dihapus menggunakan cara biasa.
Tapi, reset pabrik bakal menghapus data di memori internal, termasuk aplikasi dan file yang belum dicadangkan. Jadi, jangan buru-buru menjalankannya sebelum mengamankan data penting.
Untuk sebagian besar HP Android, jalurnya kurang lebih seperti berikut.
Buka ‘Pengaturan’ → pilih ‘Sistem’ atau ‘Pengaturan Tambahan’ → masuk ke ‘Opsi Reset’ atau ‘Cadangkan dan Reset’ → pilih ‘Hapus Semua Data’ atau ‘Reset Pabrik’ → konfirmasi penghapusan → tunggu proses selesai.
Pada iPhone, pilih ‘Pengaturan’, masuk ke ‘Umum’, lalu buka ‘Transfer atau Atur Ulang iPhone’ dan pilih ‘Hapus Konten & Pengaturan’.
Setelah reset, instal ulang aplikasi dari toko resmi. Hindari memulihkan seluruh aplikasi dari cadangan lama kalau ada kemungkinan cadangan tersebut membawa aplikasi berbahaya.
Perlu diingat, reset nggak otomatis mengamankan akun yang udah diambil alih. Kalau masalahnya berupa penyalahgunaan akun, kredensial login tetap harus diamankan secara terpisah.
Kenapa HP Bisa Disadap atau Diakses Orang Lain?
Biasanya, dugaan penyadapan HP berkaitan dengan aplikasi yang memperoleh akses berlebihan atau akun yang berhasil dimasuki orang lain tanpa izin. Tapi, selain itu, ada beberapa kondisi yang juga bisa meningkatkan risiko keamanan:
-
Menginstal aplikasi dari sumber yang nggak tepercaya.
-
Memberikan izin sensitif kepada aplikasi tanpa memahami fungsinya.
-
Menggunakan password yang mudah ditebak atau pernah bocor.
-
Membiarkan orang lain mengakses HP tanpa pengawasan.
-
Membuka tautan phishing yang meminta informasi login.
-
Menggunakan perangkat dengan perlindungan sistem yang udah dimodifikasi.
Nah, tanda-tanda seperti baterai cepat habis, HP panas, atau pemakaian internet meningkat memang bisa muncul pada perangkat yang terinfeksi aplikasi mata-mata.
Tapi, gejala tersebut juga bisa berasal dari aplikasi yang berjalan di latar belakang maupun masalah sistem biasa. Jadi, jangan langsung menganggap HP disadap hanya berdasarkan satu tanda.
Bukti yang lebih kuat bisa berupa perangkat login asing, aplikasi berbahaya yang teridentifikasi, atau perubahan pengaturan yang nggak kamu lakukan.
Kalau kamu mencurigai seseorang yang dikenal sengaja memantau HP, berhati-hatilah sebelum menghapus aplikasi atau mengubah pengaturan. Tindakan tersebut mungkin diketahui pelaku dan memperburuk situasi. Gunakan perangkat lain yang aman untuk mencari bantuan, dan simpan bukti yang relevan terlebih dahulu.
Perlu diingat, sembilan cara tadi nggak menjamin seluruh bentuk penyadapan bisa dihentikan. Hasilnya bergantung pada sumber akses dan kondisi keamanan perangkat. Bahkan setelah diservis pun, HP belum tentu kembali aman kalau akun yang terkait masih dikuasai pihak lain. Kalau kamu menemukan indikasi kuat penyalahgunaan akun atau pemantauan tanpa izin, hindari percobaan berisiko dan pertimbangkan bantuan keamanan digital yang sesuai.
HP Masih Dicurigai Disadap? Biar Mimin Bantu Cek
Udah mencoba beberapa pemeriksaan tapi masih menemukan aktivitas mencurigakan di HP? Jangan asal memasang aplikasi ant sadap atau mengikuti tutorial yang meminta akses administrator tanpa alasan jelas. Tindakan tersebut justru bisa menambah risiko keamanan perangkat. Kalau bingung menentukan langkah aman berikutnya, konsultasiin dulu kondisi HP ke mimin MenyalaGadgetku, ya, Abangku.
cta
Ceritain merek dan model HP yang digunakan, kapan aktivitas mencurigakan mulai muncul, serta pesan error kalau ada. Kasih tahu juga apakah ada aplikasi yang nggak dikenal atau pengaturan yang berubah sendiri. Informasi tersebut bisa membantu mimin bersama tim teknisi kami menilai kemungkinan gangguan pada perangkat dan pilihan pemeriksaannya. Kalau masalahnya berkaitan dengan pengambilalihan akun, penanganannya mungkin juga membutuhkan pemulihan melalui penyedia layanan terkait.
Terus, kalau perangkat perlu diperiksa, kira-kira biayanya berapa? Nah, biaya bisa berbeda tergantung model HP dan hasil pengecekan, termasuk tingkat masalah yang ditemukan. Biar Abangku punya gambaran sebelum memutuskan, nih, mimin spill pricelist-nya.
price
Jadi, Intinya Apa, Abangku?
Intinya sih, tetap tenang dulu, Abangku. Cara mengatasi HP disadap bisa dimulai dari memeriksa aplikasi dan izin akses, lalu mengamankan akun yang terhubung. Kalau ada dugaan kuat spyware masih berada di perangkat, reset pabrik bisa menjadi pilihan terakhir setelah data penting diamankan.
Yang terpenting, jangan langsung menyimpulkan HP disadap hanya karena baterainya boros atau perangkat terasa panas. Periksa bukti akses mencurigakan dan pilih tindakan yang sesuai. Kalau situasinya berisiko, utamakan keamanan pribadi dan jangan memaksakan perbaikan sendiri. Semoga HP dan data pribadinya tetap aman, ya, Abangku.