6. Nonaktifkan Avast dari Avast Shields Control
Kalau laptopmu pake Avast, proteksinya biasanya bisa dihentikan sementara dari ikon Avast yang ada di area notifikasi Windows.
Cek bagian kanan bawah taskbar. Kalau ikon Avast nggak kelihatan, klik tanda panah untuk menampilkan ikon tersembunyi.
Setelah ketemu:
Klik kanan ikon Avast → pilih ‘Avast shields control’ → pilih durasi penonaktifan
Biasanya bakal tersedia beberapa pilihan durasi, misalnya berhenti selama beberapa menit atau sampai komputer di-restart. Pilih waktu sesingkat mungkin sesuai kebutuhanmu.
Setelah itu, Avast bisa meminta konfirmasi sebelum proteksinya benar-benar dihentikan.
Cara ini cocok kalau kamu hanya perlu menginstal software terpercaya atau melakukan pengecekan sebentar. Begitu aktivitasnya selesai, hidupkan kembali perlindungan Avast.
Jangan memilih durasi terlalu panjang kalau nggak diperlukan. Antivirus yang mati berarti file baru yang masuk ke laptop nggak diperiksa dengan tingkat perlindungan yang sama.
Kalau yang terpasang ternyata AVG, caranya mirip tapi nama menunya beda sedikit.
5. Matikan Proteksi AVG untuk Sementara
AVG juga punya perlindungan aktif yang bisa dihentikan sementara. Cara paling gampang biasanya lewat ikon AVG di area notifikasi Windows.
Klik kanan ikon AVG di system tray → cari pengaturan proteksi → nonaktifkan perlindungan sementara
Pada versi tertentu, kamu mungkin perlu membuka AVG terlebih dulu lalu masuk ke menu pengaturan proteksi.
Kalau ada pilihan durasi, mimin lebih nyaranin memilih waktu sesingkat mungkin. Misalnya, cukup sampai instalasi software atau proses pengecekan selesai.
Setelah antivirus dimatikan, hindari aktivitas yang nggak berhubungan dengan kebutuhan tadi. Jangan sekalian download file random atau membuka lampiran email yang nggak jelas asalnya.
Kalau laptop sudah selesai dipakai buat proses yang membutuhkan antivirus nonaktif, buka AVG lagi lalu pastiin proteksinya aktif.
Masih pake antivirus merek lain? Gas cek McAfee.
4. Nonaktifkan Real-Time Scanning di McAfee
McAfee biasanya memisahkan perlindungan real-time ke dalam menu khusus. Jadi kalau tujuanmu cuma menghentikan pemindaian file untuk sementara, nggak perlu menghapus aplikasinya.
Buka McAfee dari menu Start atau ikon di area notifikasi. Setelah masuk ke aplikasinya, cari bagian keamanan atau real-time scanning.
Kurang lebih alurnya seperti ini:
Buka McAfee → masuk ke pengaturan keamanan → pilih ‘Real-Time Scanning’ → matikan sementara
Beberapa versi McAfee bakal menanyakan kapan proteksi harus aktif kembali. Kalau pilihan itu tersedia, pilih waktu yang paling singkat dan masuk akal.
Kenapa begitu? Karena tujuan kita bukan membuat laptop tanpa antivirus selamanya. Kita cuma memberi jeda sebentar supaya proses tertentu bisa berjalan.
Setelah selesai, aktifkan lagi ‘Real-Time Scanning’ dan cek status perlindungannya. Jangan cuma menutup jendela McAfee lalu mengira antivirus otomatis menyala lagi.
Kalau laptopmu menggunakan Norton, cari fitur ‘Auto-Protect’.
3. Matikan Auto-Protect pada Norton
Norton punya proteksi real-time yang pada beberapa versinya disebut ‘Auto-Protect’. Fitur inilah yang biasanya memeriksa file dan aktivitas tertentu secara otomatis.
Kalau mau menghentikannya sementara, cek ikon Norton pada area notifikasi Windows.
Klik kanan ikon Norton → pilih ‘Disable Auto-Protect’ → tentukan durasi
Pada beberapa versi, menu ini juga bisa ditemukan dari aplikasi Norton langsung.
Saat menentukan durasi, pilih waktu yang cukup buat menyelesaikan kebutuhanmu. Hindari pilihan yang terlalu panjang tanpa alasan jelas.
Kalau kamu mematikan antivirus karena sebuah file terus dianggap berbahaya, jangan otomatis menyimpulkan Norton salah. Pastiin dulu file tersebut berasal dari sumber terpercaya dan memang sesuai dengan software yang ingin dipasang.
Kalau file datang dari situs random, lampiran email mencurigakan, atau sumber yang nggak jelas, mending jangan lanjut.
Selesai dengan kebutuhanmu? Nyalakan kembali ‘Auto-Protect’ sebelum lanjut memakai laptop seperti biasa.
Kalau antivirusnya Bitdefender, fitur yang dicari biasanya bernama ‘Bitdefender Shield’.
2. Nonaktifkan Bitdefender Shield
Bitdefender juga memungkinkan perlindungan utamanya dimatikan sementara dari aplikasi.
Buka Bitdefender terlebih dulu lalu cari bagian perlindungan atau antivirus. Di dalam pengaturannya, cari opsi ‘Bitdefender Shield’.
Alurnya kurang lebih seperti ini:
Buka Bitdefender → masuk ke ‘Protection’ → buka pengaturan antivirus → matikan ‘Bitdefender Shield’
Kalau muncul pilihan durasi, gunakan waktu paling singkat yang memenuhi kebutuhanmu.
Setelah ‘Bitdefender Shield’ mati, proteksi real-time terhadap file yang dibuka atau masuk ke laptop ikut berkurang. Makanya, jangan sekalian browsing sembarangan atau mencolokkan flashdisk yang sumbernya nggak jelas.
Begitu proses selesai, balik lagi ke pengaturan tadi dan hidupkan ‘Bitdefender Shield’.
Kalau ternyata laptopmu nggak memakai antivirus pihak ketiga sama sekali, kemungkinan besar perlindungan utamanya berasal dari Microsoft Defender. Nah, ini yang paling sering ditemui pada laptop Windows.
1. Matikan Real-Time Protection di Windows Security
Buat sebagian besar laptop Windows 10 dan Windows 11 yang nggak memakai antivirus pihak ketiga, proteksi utamanya berasal dari Microsoft Defender Antivirus melalui Windows Security.
Kalau cuma perlu mematikannya sementara, nggak usah utak-atik Registry atau memaksa menghapus komponen bawaan Windows.
Coba jalur berikut:
Buka ‘Settings’ → ‘Privacy & security’ → ‘Windows Security’ → ‘Virus & threat protection’ → ‘Manage settings’ → matikan ‘Real-time protection’
Pada Windows 10, posisi awal menunya bisa sedikit berbeda. Kamu juga bisa lebih gampang mengetik Windows Security lewat pencarian Start.
Saat ‘Real-time protection’ dimatikan, Windows mungkin meminta konfirmasi melalui ‘User Account Control’. Kalau laptop milikmu sendiri dan kamu memang sengaja melakukan perubahan tersebut, lanjutkan sesuai permintaan sistem.
Perlu dicatat, proteksi ini biasanya bersifat sementara. Windows bisa mengaktifkannya lagi secara otomatis setelah beberapa waktu atau setelah perangkat di-restart.
Dan justru itu bagus.
Kalau tujuanmu cuma menjalankan instalasi atau troubleshooting sebentar, nggak ada alasan buat Defender terus-terusan dimatikan.
Sebelum menonaktifkannya, mimin juga nyaranin cek dulu apakah masalah sebenarnya bisa diselesaikan tanpa mematikan seluruh antivirus. Kalau yang terblokir cuma satu file atau folder terpercaya, pengaturan pengecualian bisa lebih aman daripada mematikan perlindungan untuk seluruh sistem.
Nah, kalau pekerjaanmu udah selesai, hidupkan lagi ‘Real-time protection’ dan pastiin status keamanan Windows kembali normal.
Kenapa Antivirus Kadang Perlu Dinonaktifkan?
Biasanya sih, antivirus dimatikan sementara karena ada program atau file tertentu yang bentrok dengan proses pemindaian. Tapi nih ya, beberapa kondisi lain juga bisa bikin orang perlu menghentikan proteksi sebentar, seperti:
- antivirus mendeteksi false positive pada file terpercaya;
- proses instalasi software tertentu terus terblokir;
- troubleshooting membutuhkan pengujian tanpa proteksi real-time.
False positive berarti antivirus menandai sebuah file sebagai berbahaya padahal file tersebut sebenarnya aman. Tapi jangan memakai istilah itu sebagai alasan buat mengabaikan setiap peringatan antivirus.
Kalau kamu nggak yakin file tersebut aman, jangan dimatikan dulu antivirusnya.
Cara yang lebih aman adalah memeriksa asal file, nama pengembang, atau sumber download-nya. Kalau software berasal dari penyedia yang nggak dikenal, lebih baik cari tahu dulu sebelum memberi akses ke laptop.
Antivirus yang mendadak menolak dimatikan juga belum tentu error. Beberapa antivirus memang mempunyai perlindungan terhadap perubahan pengaturan supaya program berbahaya nggak gampang mematikan sistem keamanan.
Nah, enam cara tadi juga nggak berarti semuanya perlu dicoba berurutan. Pilih satu yang sesuai dengan antivirus yang memang terpasang di laptopmu.
Kalau kamu memakai Microsoft Defender, cukup pakai cara nomor 1. Kalau memakai Norton, ikuti bagian Norton. Nggak perlu mengutak-atik antivirus lain yang bahkan nggak terinstal.
Kalau pengaturannya terasa berbeda dari yang mimin jelasin, bisa jadi versi aplikasi atau Windows yang kamu pakai punya susunan menu berbeda.
Kalau langkah aman tadi tetap nggak berhasil, jangan lanjut memaksa mematikan layanan keamanan, menghapus file sistem, atau mengubah Registry secara random. Kondisi setiap laptop bisa berbeda berdasarkan versi Windows, antivirus yang terpasang, atau kebijakan administrator. Kalau laptop milik kantor atau sekolah, pengaturan keamanan juga bisa sengaja dikunci oleh administrator.
Antivirus Nggak Bisa Dimatiin? Mimin Bantu Cek
Kalau antivirus tetap aktif padahal pengaturannya udah dicoba, jangan langsung hapus service Windows atau utak-atik Registry. Salah perubahan bisa bikin fitur keamanan atau fungsi Windows lain ikut bermasalah. Mending konsultasiin dulu kondisinya ke mimin sebelum Abangku nyobain cara yang lebih ekstrem, ya, Abangku.
cta
Spill merek dan model laptop, versi Windows yang dipakai, serta nama antivirusnya. Kalau ada pesan error ketika proteksi mau dimatikan, kasih tahu juga. Mimin bareng tim MenyalaGadgetku bisa bantu menganalisis kemungkinan penyebabnya, pilihan solusi, dan apakah tim kami dapat membantu.
Terus kalau ternyata laptop perlu diperiksa, biaya servisnya berapa? Nominalnya bakal menyesuaikan model laptop, hasil pengecekan, atau masalah yang ditemukan. Nih, mimin spill pricelist-nya.
price
Jadi, Intinya Apa, Abangku?
Intinya sih, tetap santai dulu, ya, Abangku. Cara menonaktifkan antivirus di laptop bergantung pada antivirus yang terpasang. Kalau pakai Microsoft Defender, biasanya cukup matikan ‘Real-time protection’. Kalau memakai antivirus pihak ketiga, cari fitur proteksi real-time di aplikasi masing-masing.
Matikan antivirus hanya selama dibutuhkan lalu hidupkan lagi setelah selesai. Kalau sebuah file minta antivirus dimatikan padahal asalnya aja nggak jelas, mending jangan dipaksakan. Semoga urusannya cepet beres dan laptopnya tetap aman dipakai, Abangku.